Mitos-Mitos Seputar SPBU Pada Saat Pengisian BBM

 
Jakarta – Bahan bakar minyak (BBM) adalah salah satu minuman untuk kendaraan pribadi kita sehari-hari. Seminggu sekali atau dua kali sekali kita bertandang ke SPBU untuk memberi minum khususnya untuk mobil kita.
Nah, terkadang sebagian orang mempercayai mitos-mitos yang sebenarnya tidak masuk akal. Seperti mitos-mitos yang beredar di seputaran BBM termasuk juga mengulas hal serupa saat pengisian bahan bakar di SPBU.
Salah satunya, pada saat pengisian BBM sebaiknya pada malam hari ketimbang siang hari karena sebagian orang beranggapan pengisian di malam hari diperoleh lebih banyak ketimbang di siang hari. Bila kita mengisi 1 liter dimalam hari, pagi atau siang
jumlah bahan bakar yang dikeluarkannyapun fuel dispenser di SPBU akan selalu sama setiap saat.  Ujar Rizky Lutha, Distributor fuel dispenser Gilbarco PT Hanindo Citra.
Uniknya, BBM sangat sensitif terhadap perubahan temperatur, bila suhu udaranya dingin makan ia akan menyusut atau menjadi lebih padat namun tidak begitu signifikan. Sebaliknya jika panas ia akan mengembang. Ujar Shodiq, Pengawas Quantity and Quality Terminal Bahan Bakar Minyak Jakarta Group PT Pertamina (Persero).
Selain itu, bila kendaraan anda memakai BBM dengan oktan di bawah rekomendasi pabrik, maka pemakaian octane bopster akan berguna serta akan meningkatkan nilai oktan sehingga membuat pembakaran lebih sempurna dan konsumsi BBM menurun.
Berbeda jika mobil anda sudah menggunakan BBM dengan oktan yang sesuai rekomendasi pabrik. Maka, tidak perlu memakai octane booster untuk menaikkan nila oktan karena kinerja mesin tidak akan berubah.
Ada juga, bila BBM didiamkan dalam jangka waktu lama akan mengalami deterioras. Deteriorasi ini terjadi bila mobil tidak digunakan selama 6 bulan lebih.
Kabarnya, pertamak juga memiliki kemampuan untuk membersihkan ruang bakar dengan sebuah klep yang menghitam akibat deposit pun dicelupkan ke gelas yang berisilan 1 liter pertamax. Setelah didiamkan beberapa menit, deposit perlahan-lahan akan larut. Jika klep dioyangkan maka deposit akan semakin larut.
Kegiatan untuk membersihkan ruang bakar, isi saja tangki bahan bakar hingga penuh, lalu habiskan. Ulang terus kegiatan seperti ini hingga 4x maka deposit di ruang bakar akan berkurang sekitar 70%.
Setiap petugas pengisian BBM sering kali memainkan nozzel (menghidupkan dan memainkan aliran BBM) pada saat melakukan pengisian BBM. Banyak yang menganggap trik yang dilakukan akan mengurangi jumlah BBM yang keluar dari pompa dispenser.

Untuk membuktikannya, ada sebuah SPBU didaerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pertama, saat kami mengisi bejana atau ukuran gelas yang berukuran 20 liter dengan mode otomatis. Hasilnya, kurang 20 cc dari 20.000 cc ini masih dalam batas normal. (mobil.o