Tips Perawatan Wiper dan Washer

Banyaknya curah hujan saat ini membuat wiper dan washer begitu dibutuhkan. Dengan merawat kedua pembersih kaca itu, pengemudi dapat dengan tenang berkendara ketika hujan turun.

Namun banyak pemilik yang kerap mengabaikan dalam merawat wiper dan washer. Terlebih peralatan ini juga bisa terganggu akibat panas yang menyengat. Namun begitu hujan datang, pemilik mobil baru sadar kalau ada yang tidak beres pada peralatan khusus hujan tadi.

Hal ini tidak perlu terjadi jika Anda merawatnya. Dan melakukannya pun tidak sulit. Jauh lebih sulit mengemudi waktu hujan dengan peralatan yang tidak beres ketimbang merawatnya. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan pada wiperdan teman-temannya.

Wiper
1. Pada umumnya pada iklim tropis seperti di Indonesia, karet wiper hanya berumur 6 bulan. Apa lagi pada musim kemarau, karet wiper terus terpanggang saat mobil parkir di bawah terik matahari.

Gantilah karet wiper jika sudah tidak bisa menyeka kaca dengan baik. Dan ini bisa dilakukan sendiri. Ikuti petunjuk pada kemasan bilah wiper. Anda bisa menggunakan wiper orisinal atau merek yang sama dengan bawaan pabrik seperti Bosch.

2. Pastikan mur pegangan pada batang wiper terpasang dengan kencang. Sebab kalau tidak kencang, wiper tidak akan berfungsi sempurna .

3. Bersihkan soket-soket yang menuju ke motor wiper. Bisa gunakan elektro contact cleaner yang dijual di pasaran.

4. Jika gerak wiper sudah mulai lambat, kemungkinan motor sudah lemah. Periksakan mobil segera ke bengkel langganan.

5. Jika mobil anda dalam keadaan parkir di tempat terbuka, dipastikan karet wiper tidak melekat pada kaca mobil. Hal ini dilakukan untuk menghindari panas terik merubah bentuk karet wiper akibat karet wiper menekan kaca.

Washer
Tanpa washer, kerja wiper tidak akan sempurna. Semprotan air ini sangat diperlukan, khususnya saat hujan mulai berhenti untuk membersihkan kotoran di kaca akibat cipratan dari kendaraan lain.

Washer juga perlu dirawat agar tetap berfungsi dengan baik. Berikut yang harus diperhatikan.

1. Lihatlah bagian dalam tabung air wiper. Jika sudah banyak keraknya, bersihkan tabung dengan sikat botol.
2. Isilah tabung wiper dengan air suling atau biasa disebut destillated water. Air suling ini sama dengan air aki penambah dengan botol berwarna biru.

Bila diperlukan, campurlah air penyemprot dan wiper fluid dengan perbadingan sesuai kemasan. Produk pencampur air wiper ini mampu menghilangkan minyak dan kotoran yang hinggap di kaca depan. Jangan menggunakan sabun biasa karena bisa merusak cat dan membuat mampat saluran washer.

3. Jika semprotan air wiper tersendat atau tidak lancar, bersihkan nosel dengan jarum.

4. Perhatikan juga arah semprotan. Pastikan arah semprotan pas pada bagian yang tersapu wiper. Jika kurang pas, setel juga dengan bantuan jarum.

5. Bersihkan soket pompa air pada tabung washer dengan elektro contact cleaner.

Washer universal
Jika motor wiper atau tabung air washer pecah, memang paling tepat diganti dengan yang orisinal. Namun jika harga tabung air orisinal sangat mahal, Anda bisa menggunakan komponen universal atau milik mobil yang harganya murah.

Misalnya milik Suzuki Carry yang harganya hanya sekitar Rp 60 ribu. Namun pilihlah yang asli dengan ciri adalah motornya bermerek Denso. Untuk memasangnya, jika dudukan yang tersedia tidak pas, mintalah bengkel langganan untuk membuatkan sesuai tabung yang baru.